Manfaat Daun Jarak Pagar, Biji, Getah dan Minyaknya

shares |

Jarak pagar merupakan tanaman liar yang biasanya tumbuh di perkebunan kosong atau sengaja di tanam sebagai pagar hidup. Kenapa disebut jarak agar? Selain fungsinya sebagai pagar pembatas tanah, adalah sebagai pembeda dari jenis tanaman jarak lainnya. Ya, tanaman jarak tidak hanya satu jenis, melainkan ada hingga 4 jenis. Oke sebelum kita membahas lebih jauh mengenai manfaat daun jarak dan bagian tanaman jarak lainnya, sebaiknya kita mengenal lebih dulu jenis-jenis tumbuhan yang satu ini.

Jenis-Jenis Tanaman Jarak

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, bahwa tanaman jarak ada beberapa jenis. Diantaranya Jarak Pagar (Jatropha curcas L.), Jarak Kepyar/Jarak Kaliki/Jarak Kosta (Ricinus communis Linn.), Jarak Ulung/Jarak Wulung (Jatropha gossypifolia L.), Jarak Bali (Jatropha podagrica Hook.). Nah, sekarang kita bahas mengenai perbedaan dari keempat jenis tanaman jarak ini.

1. Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)
Jarak pagar merupakan jenis yang paling populer diantara tiga jenis tanaman jarak lainnya. Tidak heran mengingat tanaman ini lebih dekat dengan manusia dan sudah mulai ditanam sebagai tanaman komoditas untuk pengganti bahan bakar minyak.

Jarak pagar memiliki batang pohon yang kokoh dengan cabang yang tidak beraturan. Batang kayunya bulat dan mengandung banyak getah. Daun tunggal, lebar, menjari dengan sisi berlekuk-lekuk sebanyak 3–5 buah. Bunganya majemuk berumah satu dan uniseksual, kadang-kadang ditemukan bunga hermaprodit dengan warna kuning kehijauan. Buahnya bulat telur atau oval tanpa bulu-bulu halus, buah muda berwarna hijau dan berangsur-angsur menjadi kekuningan hingga kecoklatan saat buahnya menua.

2. Jarak Kepyar/Jarak Kaliki/Jarak Kosta (Ricinus communis Linn.)

Ricinus communis Linn
Bentuk dari tanaman jarak kepyar sangat berbeda dari jarak pagar. Dari sisi batang, daun bahkan hingga bunga dan buahnya. Sepintas, jarak kepyar ini lebih mirip tanaman singkong dan buahnya seperti rambutan berukuran kecil. Namun tetap saja ini merupakan tanaman jarak. Dapat ditemukan di hutan liar, atau sepanjang pantai. Seperti jarak pagar, jarak kepyar juga sudah mulai dibudidayakan sebagai tanaman perkebunan.

Jarak adalah tumbuhan setahun (anual) dengan batang bulat licin, berongga, berbuku-buku jelas dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas, warna hijau bersemburat merah tengguli. Daun tunggal, tumbuh berseling, bangun daun bulat dengan diameter 10-40 cm, bercangap menjari 7 - 9, ujung daun runcing, tepi bergigi, warna daun di permukaan atas hijau tua permukaan bawah hijau muda. Bunga majemuk, berwarna kuning oranye, berkelamin satu. Buahnya bulat berkumpul dalam tandan, berupa buah kendaga, dengan 3 ruangan, setiap ruang berisi satu biji. Buahnya mempunyai duri-duri yang lunak, berwarna hijau muda dengan rambut merah.

3. Jarak Ulung/Jarak Wulung (Jatropha gossypifolia L.)

Jarak Wulung (Jatropha gossypifolia L.)
Tanaman ini biasanya tumbuh liar di tempat-tempat terang yang terkena sinar matahari langsung. Misalnya di tepi jalan, semak belukar, atau di pinggir lapangan rumput. Termasuk perdu tahunan yang habitat aslinya berasal dari Amerika Serikat. Hampir mirip dengan jarak kepyar, tapi yang jenis ini warnanya ungu tua.

Batang berkayu, bulat, warnanya cokelat, banyak bercabang. Daun tunggal, bertangkai panjang, helaian daun bulat telur sungsang sampai bulat, berbagi 3-5, taju runcing, panjang 7-22 cm, lebar 6-20 cm, daun muda berwarna keunguan, daun tua warnanya ungu kecokelatan. Bunga majemuk dalam maiai rata bertangkai, berbentuk corong, kecil, warnanya keunguan, keluar dari ujung batang. Sementara buahnya hampir sama dengan jarak pagar, tapi tidak terlalu bulat. Bijinya juga mengandung banyak minyak yang bisa dijadikan bahan bakar.

4. Jarak Bali (Jatropha podagrica Hook.)

http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2014/09/manfaat-daun-jarak-pagar-biji-getah-dan.html
Melihat sekilas penampilan Jarak Bali, Anda tidak akan menyangkan bahwa ini masih merupakan tanaman jarak. Kecuali melihat buahnya yang memang mirip. Jarak Bali disebut juga jarak hias, karena memang sering digunakan sebagai tanaman hias berkat penampilannya yang cukup menarik, terlebih jika sudah berbunga. Maka jangan heran, jika banyak orang mananamnya dalam pot atau di pekarangan rumah.

Jarak Bali memiliki pangkal batang yang menyerupai umbi. Daun bertangkai yang panjangnya 20-30 cm, helai daun bangun perisai, bentuknya bulat telur melebar dengan ukuran penampang 20-40 cm, bercangap 3 atau 5, taju runcing atau membulat. Bunga dalam malai rata yang bertangkai panjang, dengan bunga betina dan bunga jantan dalam satu tangkai, warnanya merah oranye. Buah bentuk elips melebar, berkendaga tiga, panjang 1,5 cm. Biji lonjong atau bulat panjang.

Manfaat Tanaman Jarak Pagar


Nah, sekarang kita fokus membahas mengenai manfaat jarak pagar. Tanaman jarak merupakan tanaman yang memiliki manfaat luar biasa. Dari mulai daun, batang, bunga, buah dan bijinya, serta getahnya bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia.

Manfaat Daun Jarak Pagar


Sudah sejak lama, daun jarak dijadikan sebagai herbal untuk mengatasi penyakit tertentu. Manfaat daun jarak diantaranya sebagai obat masuk angin, perut kembung, sembelit atau susah buang air besar. Berikut contoh pemakainnya yang umum di masyarakat:

1. Perut kembung, masuk angin

Jika ada anggota keluarga yang mengalami perut kembung dan masuk angin, biasanya anak-anak bisa diatasi dengan menggunakan daun jarak pagar. Caranya pun tidak terlalu sulit, ambil dua lembar daun jarak pagar, cuci bersih lalu panaskan di atas api hingga layu. Jangan sampai kena api karena bisa gosong. Oleskan sedikit minyak kelapa, minyak telon atau minyak kayu putih, lalu tempelkan pada bagian perut. Biarkan beberapa jam, maka sesuatu yang ajaib akan terjadi. Si anak akan mulai mulai buang angin.

2. Sembelit (Susah Buang Air Besar)

Untuk mengobati sembelit, Anda bisa menggunakan daun jarak pagar sebagai lalapan. Caranya, ambil beberapa lembar daun jarak pagar yang masih muda kemudian dikukus. Setelah matang dimakan seperti biasa sebagai lalapan teman makan nasi. Lakukan secara teratur agar cepat sembuh.

Manfaat Getah Pohon Jarak


Getah jarak merupakan bagian dari pohon jarak yang paling banyak khasiatnya. Namun harus hati-hati dalam penggunannya jangan sampai terkena bagian tubuh lain kecuali bagian yang ingin diobati.

1. Mengobati sakit gigi

Getah jarak biasa dijadikan sebagai obat sakit gigi tradisional. Caranya, lukai kulit pohon jarak dengan pisau tajam, maka akan keluar getahnya. Nah, ambil getah pohon jarak tersebut menggunakan kapas. Tempelkan kapas tersebut pada bagian gigi yang sakit dan diamkan selama beberapa menit. Getah jarak pagar bersifat antimikroba sehingga dapat mengusir bakteri jenis staphylococcus, streptococcus dan escherechia coli.

2. Mengobati luka sariawan

Sariawan banyak penyebabnya, dari mulai kekurangan vitamin C, panas dalam, hingga luka bagian mulut karena tergigit.  Letaknya bisa di bibir, di lidah atau di dinding mulut bagian samping, atas dan bawah. Getah jarak pagar bisa dijadikan sebagai obat sariawan tradisional. Caranya, ambil getah jarak dengan kapas atau cotton bud. Tempelkan pada bagian mulut yang terkena sariawan. Lakukan secara rutin agar sariawannya cepat sembuh.

3. Mengobati luka

Banyak hal yang dapat menyebabkan tubuh kita terluka. Ada karena terjatuh, kecelakaan, atau terkena sayatan benda tajam. Untuk mengobati luka yang masih baru cepat kering, Anda bisa menggunakan getah pohon jarak. Caranya, ambil getah pohon jarak dengan kapas atau cotton bud, lalu tempelkan pada bagian tubuh yang luka.

4. Mengobati radang telinga

Adanya peradangan pada telinga akan menyebabkan telinga terasa sakit yang berimbas pada pendengaran Anda. Meski tidak menjadikan kemampuan pendengaran menurun, kita akan merasa tidak nyaman. Hal tersebut bisa diatasi dengan getah pohon jarak yang dijadikan sebagai obat tetes telinga. Ambil getah jarak sebanyak satu sendok makan. Kemudian teteskan pada telinga sebanyak 6 tetes, diamkan beberapa saat kemudian bersihkan dengan kapas secara lembut.

5. Mengobati keputihan pada mulut bayi

Keputihan tidak hanya terjadi pada bagian intim wanita, tetapi juga pada mulut bayi. Penyebabnya bukan ASI seperti yang orang awam pikirkan. Penyebabnya adalah jamur candida yang menempel pada puting ibunya, yang kemudian saat menyusui berpindah pada mulut bayi dan berkembang biak disana. Jika bayi Anda mengalaminya, ambil tangkai daun jarak yang masih segar, maka akan keluar getahnya lalu oleskan pada mulut bayi.

Manfaat Biji Jarak dan Minyak Jarak


Biji jarak pagar memang mengandung racun yang dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi berlebihan. Saya sendiri pernah mengalaminya waktu remaja. Seperti minum obat pencahar, buang air terus tak henti-henti disertai dengan kepala pusing. Namun, jika dikonsumsi dengan tepat, biji jarak bisa dijadikan sebagai obat ambeien kronis dan ambeien berdarah. Aturan makannya adalah setiap pagi dan malam. Jangan lebih dari itu.

Minyak jarak, bukan hanya digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi, tetapi juga dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Salah satunya untuk mengobati penyakit koreng akibat jamur, bengkak dan gatal-gatal pada kulit. Hangatkan minyak jarak, kemudian oleskan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk mmengatasi bengkak, Anda bisa mencampurkan minyak jarak dengan minyak urut.

Begitu banyak manfaat tanaman jarak yang bisa kita ambil, mulai dari daun, biji hingga getahnya. Jadi, kenapa Anda tidak menanam jarak sebagai pagar pembatas tanah?

Related Posts